Lompat ke isi utama
x

Lab. Uji Sensori

Profil Laboratorium

Laboratorium uji sensori merupakan laboratorium yang digunakan untuk melakukan pengujian sensori/organoleptik yaitu pengujian menggunakan indera manusia untuk menilai mutu dari suatu produk.  Laboratorium ini melayani pengujian produk dengan metode afeksi seperti uji hedonik, dan juga metode objektif seperti uji pembedaan dan uji deskripsi.

Struktur Organisasi

Lab. Uji Sensorik dikepalai oleh Dian Hasni, S.TP., M.Sc. yang merupakan dosen tetap pada Program Studi Teknologi Hasil Pertanian (THP) Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Dian Hasni, S.TP., M.Sc. mengampu mata kuliah Evaluasi Sensori, Teknologi Pengembangan Produk, Bahan Tambahan Pangan dan Regulasi Pangan, Manajemen Produksi dan Operasi Agroindustri, Perpindahan Kalor dan Massa, serta Agrotechnopreneurship. Pelatihan yang pernah diikuti adalah Pelatihan Basic Sensory sesuai ISO 8586 di Uni-Kassel Jerman, Pelatihan Cupping Test dan Coffee Quality Grader di Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Jember, dan Pelatihan Manajemen Laboratorium ISO:17025, dan yang terakhir IPB Online Session Training - Maximizing Food Development Through Sensory Science di Juni 2020 lalu.

 

POB Laboratorium

1. POB Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
2. POB Pelayanan Laboratorium
3. POB Pelayanan Masa Tanggap Pandemi Covid-19
 

Prosedur Kegiatan Laboratorium Uji Sensorik Tanggap Pandemi Covid-19

  1. Peneliti wajib mengikuti training bersama laboran mengenai prosedur khusus selama masa COVID-19.
  2. Laboratorium Uji Sensorik hanya melakukan pengujian sampel sebanyak satu kali sehari. Oleh karena itu untuk penelitian berkala seperti perkiraan umur masa simpan,  peneliti harus mampu mengatur jadwal pelaksanaan pengujian di awal penelitian sebaik mungkin.
  3. Terkait poin 2 untuk penelitian berkala, peneliti wajib menyerahkan rencana pengujian kepada laboran  demi kelancaran aktifitas penelitian
  4. Peneliti dan panelis yang sedang tidak sehat dan atau mengalami gejala COVID-19, dilarang melakukan penelitian di laboratorium. Peneliti dan panelis bukan berstatus ODP maupun PDP.
  5. Peneliti dan panelis wajib sanitasi (cuci tangan atau menggunakan hand sanitizer) sebelum masuk ke dalam laboratorium.
  6. Peneliti dan panelis diwajibkan menggunakan masker saat memasuki laboaratorium dan beraktifitas di dalam laboratorium 
  7. Dalam penyiapan sampel untuk pengujian, peneliti hanya diperkenankan dibantu oleh satu orang dengan menerapkan kaidah physical distancing.
  8. Pengujian sampel oleh panelis dilakukan per batch, dalam setiap batch hanya diperkenankan dilakukan oleh 6 (enam) panelis dengan memperhatikan kaidah physical distancing. Panelis harus langsung meninggalkan laboratorium setelah selesai melakukan pengujian.
  9. Peneliti memberikan daftar panelis kepada laboran dengan memastikan bahwa panelis dalam keadaan sehat dan bebas dari gejala COVID-19
  10. Peneliti harus memastikan tidak ada kerumunan panelis di luar laboratorium saat menunggu giliran. Oleh karena itu peneliti harus mengatur dan menginformasikan jadwal batch atau giliran panelis sebelum pelaksanan pengujian. Pengaturan jadwal ini menjadi tanggung jawab peneliti dan divalidasi oleh laboran.
  11. Peneliti wajib membersihkan laboratorium setelah selesai pengujian.
  12. Peneliti yang tidak mematuhi SOP ini maka akan ditindak tegas.

 

Prosedur Kegiatan Penelitian di laboratorium Uji Sensorik

  1. Mahasiswa telah memenuhi syarat untuk melakukan  penelitian.
  2. Mahasiswa melakukan registrasi penggunaan laboratorium dengan menyerahkan surat izin penggunaan laboratorium (form A) kepada laboran yang diketahui oleh kedua dosen pembimbing.
  3. Mahasiswa mengisi form permohonan bekerja di lab dengan mencantumkan data yang dibutuhkan dan keperluan peralatan untuk analisa terkait (form B).
  4. Mahasiswa mengikuti pelatihan penggunaan laboratorium uji sensorik yang meliputi standar penyajian, standar form kuesioner dan pengolahan data statistik dan peraturan laboratorium uji sensorik lainnya dengan komponen biaya untuk mahasiswa Unsyiah senilai (Rp.75.000,-); mahasiswa luar Unsyiah (Rp. 150.000),- dan pihak luar/atau swasta membayar biaya operasional training pelatihan sebesar Rp. 250.000,- Jadwal pelatihan ditentukan secara bersama-sama dengan laboran.
  5. Mahasiswa memperoleh sertifikat pelatihan yang ditanda tangani oleh kepala laboratorium.
  6. Setelah memperoleh sertifikat pelatihan, Kepala laboratorium menyetujui surat izin penggunaan laboratorium.
  7. Mahasiswa dapat melaksanakan penelitian dengan bantuan/asistensi dari laboran untuk keperluan penggunaan alat di laboratorium uji sensorik.
  8. Setelah selesai bekerja, mahasiswa membersihkan kembali laboratorium yang dipakai.
  9. Mahasiswa menunjukkan bukti pembayaran operasional laboratorium untuk mendapatkan surat bebas laboratorium dan uang jaminan.
  10. Laboran dapat melarang mahasiswa untuk bekerja di laboratorium jika mahasiswa melanggar hal-hal yang telah ditetapkan.
  11. Mahasiswa dapat meminta bantuan laboran untuk melakukan analisis dengan membayar sesuai tarif yang berlaku

 

Daftar Inventaris Laboratorium Uji Sensori

No

Nama Alat

Jumlah (Unit)

1

Testing Booth

14

2

Dishwasher

1

3

Kompor Listrik

1

4

Kompor Gas

2

5

Kulkas

2

6

Microwave

1

7

Peralatan Gelas

150 set

8

Dispenser

1

9

Coffee cupping test

30 set