+62 651 7555269

Sejarah Prodi THP Unsyiah

Program Studi Teknologi Hasil Pertanian (PSTHP) Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (UNSYIAH) secara resmi berdiri pada tanggal 1 Agustus 1997 (04/DIKTI/KEP/1997). Peninjauan dan pengembangan visi-misi, tujuan dan sasaran PSTHP dilakukan setiap lima tahun sekali dengan memperhatikan dan berpedoman pada visi-misi, tujuan dan sasaran Fakultas Pertanian, yang diselaraskan dengan visi-misi, tujuan dan sasaran UNSYIAH. Draft visi-misi, tujuan dan sasaran PSTHP dirumuskan oleh Tim Pokja (ditetapkan melalui SK Ketua PSTHP) melalui kegiatan Workshop Peninjauan Visi-Misi, yang dihadiri oleh perwakilan stakeholders seperti dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, alumni, dan pengguna lulusan. Masukan dari para peserta workshop dijadikan rujukan dalam penetapan visi-misi, tujuan dan sasaran PSTHP. Penyempurnaan visi-misi, tujuan dan sasaran PSTHP dilakukan melalui rapat pleno PS. Rumusan final visi-misi, tujuan dan sasaran PSTHP ditetapkan melalui SK Ketua PSTHP (Nomor 3 Tahun 2012) untuk kemudian disampaikan kepada Dekan Fakultas Pertanian. Visi-misi, tujuan dan sasaran PSTHP selanjutnya disosialisasikan kepada stakeholders melalui berbagai media sosialisasi.

Melalui fungsi transformasi sumber daya manusia, Iptek, dan sosial, perguruan tinggi memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam pembangunan masyarakat. Bangsa Indonesia sedang menghadapi tantangan besar dengan diberlakukakannya era globalisasi berbasis perdagangan bebas. Perkembangan masyarakat yang begitu pesat dalam berbagai aspek kehidupan menuntut penyelesaian yang sistematik dan terus menerus dalam menjawab tantangan kebutuhan jenis dan kualitas sumber daya manusia. Dalam era globalisasi, pendidikan tinggi mengalami kecenderungan perkembangan yang amat cepat dan dinamis sebagai konsekuensi dinamika peluang dantantangan yang harus dihadapi baik dalam skala lokal, regional, nasional, maupun internasional.

Provinsi Aceh merupakan salah satu wilayah sentra produksi berbagai komoditi pertanian/perkebunan, kehutanan, peternakan, dan perikanan di Indonesia. Beberapa komoditi tersebut tergolong komoditi industri agro prioritas nasional (UU No. 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian dan PP No.14 Tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional). Komoditi agro unggulan Provinsi Aceh adalah kopi Arabika Gayo (termasuk kopi premium dunia), kakao, kelapa sawit, karet, nilam, pala, rotan, sapi Aceh, dan berbagai komoditi hasil laut. Pemerintah Provinsi Aceh sangat mendukung upaya-upaya Universitas Syiah Kuala untuk mengembangkan komoditi unggulan daerah tersebut, termasuk upaya-upaya peningkatan nilai tambahnya (added value). Karakteristik kewilayahan ini juga menjadi rujukan dalam penetapan visi-misi PSTHP UNSYIAH.